Tujuan perawatan ortodonsi atau kawat gigi cekat adalah menciptakan hubungan kontak sebaik mungkin dengan estetika wajah yang baik. Tentu, tujuan utama dari perawatan ortodonti adalah mendapatkan penampilan susunan gigi dan wajah yang menyenangkan, secara estetika dengan fungsi yang baik dan dengan gigi-gigi dalam posisi stabil.
Fungsi perawatan ortodonti ada dua macam yaitu untuk estetika dan mengembalikan fungsi yang tidak normal. Pada susunan gigi yang maju pada rahang atas ataupun rahang bawah, gigi yang tidak teratur.
Mengapa perawatan ortodonti/kawat gigi cekat itu penting?
Seputar Kesehatan Gigi dan Mulut serta Fak. Kedokteran Gigi UNHAS Makassar Sulawesi Selatan by Dr. Eddy Heriyanto, drg., Sp.Ort
Rapikan Susunan Gigi Anda...

Banyak orang memiliki susunan gigi yang tidak teratur, atau istilahnya kedokterannya maloklusi (malocclusion). Ada yang ‘tonggos' (protrusif) alias gigi rahang atasnya maju, ada pula yang giginya berjejalan (crowded teeth), atau sebaliknya kecil-kecil dan jarang (diastema).
Keadaan gigi tersebut bisa mengganggu penampilan seseorang. Penderitanya sering merasa rendah diri, minder dan enggan tersenyum. Tapi yang paling penting adalah hubungannya dengan kesehatan. Gigi yang berjejal menjadikannya sulit dibersihkan, sehingga gigi bisa berlubang (karies) atau terkena penyakit radang gusi (periodontitis). Bisa juga terjadi gangguan pengunyahan, yang menyebabkan sakit kepala atau nyeri leher. Maloklusi sebisa mungkin harus diperbaiki, bukan semata demi estetika, tapi juga kesehatan gigi.
Kawat Pemanis Bikin Meringis ...
(Sumber: Koran Tempo, Rabu 4 Juni 2008)
Salah pasang kawat gigi bisa berefek gangguan kesehatan seumur hidup.
Ingin tampil manis dengan kawat gigi? Model ini tengah digandrungi remaja ataupun dewasa yang bermasalah dengan gigi. Kawat yang melintang di gigi itu tak lagi dilihat sebagai penghalang, tapi justru sebagai pemanis. Anda tak perlu terburu-buru, pertimbangkan baik-baik dokter gigi yang akan menanganinya sebelum menentukan hiasan pada kawat gigi. Sebab, kesalahan pemasangan kawat gigi (fixed appliance) tak hanya sulit diperbaiki lagi, tapi juga memicu gangguan kesehatan.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum Ikatan Ortodontis Indonesia (Ikorti) Prof Dr Eky Soeria Soemantri, Sp.Ort. Ia mengatakan pengobatan yang salah bisa berbahaya bagi individu itu sendiri. "Jangan main-main, karena dampaknya bisa seumur hidup: kepala pusing-pusing, gangguan pada rahang, dan biasanya lebih sulit diperbaiki," Eky mengungkapkan dalam seminar Ikorti di Jakarta, Kamis lalu.
Salah pasang kawat gigi bisa berefek gangguan kesehatan seumur hidup.
Ingin tampil manis dengan kawat gigi? Model ini tengah digandrungi remaja ataupun dewasa yang bermasalah dengan gigi. Kawat yang melintang di gigi itu tak lagi dilihat sebagai penghalang, tapi justru sebagai pemanis. Anda tak perlu terburu-buru, pertimbangkan baik-baik dokter gigi yang akan menanganinya sebelum menentukan hiasan pada kawat gigi. Sebab, kesalahan pemasangan kawat gigi (fixed appliance) tak hanya sulit diperbaiki lagi, tapi juga memicu gangguan kesehatan.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum Ikatan Ortodontis Indonesia (Ikorti) Prof Dr Eky Soeria Soemantri, Sp.Ort. Ia mengatakan pengobatan yang salah bisa berbahaya bagi individu itu sendiri. "Jangan main-main, karena dampaknya bisa seumur hidup: kepala pusing-pusing, gangguan pada rahang, dan biasanya lebih sulit diperbaiki," Eky mengungkapkan dalam seminar Ikorti di Jakarta, Kamis lalu.
Kebiasaan buruk dan gigi berjejal ...
Gigi perlu dirawat sejak dini agar anak tidak mengalami gangguan tumbuh kembang gigi, di samping mempertahankan keadaan gigi yang normal, sehingga saat dewasa memperoleh oklusi gigi yang harmonis, fungsional, dan estetis. Kebiasaan mengemut makanan, minum susu dalam botol dot menjelang tidur, mengisap jari, dan penyakit talasemia merupakan beberapa faktor penyebab gangguan pertumbuhan gigi.
Oklusi (occlusion) adalah hubungan kontak antara gigi geligi bawah dengan gigi geligi atas waktu mulut ditutup. Oklusi dikatakan normal, jika susunan gigi dalam lengkung geligi teratur baik serta terdapat hubungan yang harmonis antara gigi atas dengan gigi bawah, hubungan seimbang antara gigi dan tulang rahang terhadap tulang tengkorak dan otot di sekitarnya, serta ada keseimbangan fungsional sehingga memberikan estetika yang baik.
Maloklusi pada anak ...
Waspadai jika gigi anak tidak tumbuh beraturan dan cenderung berjejal (crowded teeth). Gangguan ini dapat menurunkan kemampuan mereka dalam berbicara dan menggigit.
Orangtua manapun pasti menginginkan buah hatinya tumbuh menjadi seorang anak yang baik, pintar dan berpenampilan menggemaskan plus memiliki senyuman menarik dengan barisan giginya yang putih nan rapih. Namun bagaimana bila kondisi yang terjadi sebaliknya? Supaya gigi anak tampak rapi, gigi harus tumbuh di tempat yang tepat. Tetapi, tidak jarang, kebanyakan anak-anak kini ditemui memiliki gigi yang tumbuh tidak teratur. Sehingga, menyebabkan posisi gigi-gigi tersebut menjadi berjejal. Dalam istilah medisnya situasi seperti ini disebut dengan maloklusi (malocclusion).
Anak-anak yang mengalami maloklusi memiliki gigi dan rahang yang tebentuk tidak teratur. Pengertian dari maloklusi adalah terjadinya hubungan yang tidak sesuai atau tidak pas pada gigi geligi di saat rahang atas dan rahang bawah bertemu.
Apabila anak Anda mengalami gangguan ini, sebaiknya Anda tak dapat menggangapnya sepele, karena jika tidak ditanggulangi semenjak dini, maloklusi mampu menurunkan kemampuan gigi anak untuk mengigit. Akibatnya anak tidak terbiasa memakan makanan yang sedikit keras. Sehingga pada tahap selanjutnya, otomatis dapat terjadi gangguan makan, karena gigi tidak dalam posisi yang benar sehingga kekuatannya menjadi berkurang. Maloklusi parah menyebabkan anak menjadi susah berbicara. Kondisi rahang dan gigi yang berantakan tersebut menyebabkan anak sulit mengucapkan beberapa huruf atau kata-kata tertentu.
Gejala Awal Maloklusi Pada Anak
Orang tua perlu mengetahui gejala awal dari gangguan ini. Di antaranya adalah gigi sering tumbuh di tempat yang salah, mengakibatkan gigi atas dan gigi bawah tidak bertemu dengan semestinya.
Bila Anda menemukan gejala seperti tersebut di atas, secepatnya segera membawa si kecil ke dokter gigi langganan keluarga. Untuk lebih detil dalam mengetahui kondisi gigi anak, mintalah dokter untuk melakukan sejumlah pemeriksaan. Yaitu, lakukanlah pemotretan gigi dan rahang dengan menggunakan sinar X atau rontgen. Bila diperlukan, dokter akan membuat model gips dari gigi (dental cast) dan rahang agar dapat menentukan tindakan berikut yang paling tepat demi memperbaiki kondisi gigi.
Penyebab Maloklusi
Penyebab kelainan bentuk gigi pada anak ini, adalah sebagai berikut:
1. Kebiasaan buruk (bad habit)
Kebiasaan buruk yang dimaksud adalah mengedot, menghisap jari/bibir, menyikat gigi dengan gerakan dan arah yang salah, sehingga terjadi pembusukan pada gigi yang akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
2. Gigi berjejal (crowded teeth)
Gigi yang tumbuh dengan kondisi dempet dan tidak teratur susunannya. Hal ini disebabkan bila seorang anak dicabut sebelum waktunya dan menyebabkan keompongan dan akhirnya rahang tidak berkembang. Kondisi ini menyebabkan tempat tumbuhnya gigi tetap menjadi berkurang untuk mendapatkan posisi yang cukup.
3. Genetika (genetics)
Misalnya, ibu yang memiliki gigi kecil dan bapak yang memiliki rahang yang besar, cenderung akan memiliki anak dengan rahang kecil dan giginya besar, otomatis menyebabkan gigi berjejal.
4. Trauma
Benturan keras pada mulut dan mencenderai rahang serta gigi, juga merupakan penyebab terjadinya maloklusi.
Tips-tips mencegah maloklusi
Segera konsultasikan ke dokter gigi, bila ada melihat terdapatnya gejala-gejala awal maloklusi pada anak. Selanjutnya dokter akan menindaklanjuti dengan memberikan perawatan pemakaian kawat gigi (fixed appliance). Namun, hal tersebut juga tergantung dari umur si anak.
Menyikat gigi dua kali sehari. Sesudah makan pagi dan sebelum tidur di malam hari.
Kurangi pengonsumsian makanan-makanan yang manis.
Secara rutin periksakan gigi setiap enam bulan sekali.
Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.
Orangtua manapun pasti menginginkan buah hatinya tumbuh menjadi seorang anak yang baik, pintar dan berpenampilan menggemaskan plus memiliki senyuman menarik dengan barisan giginya yang putih nan rapih. Namun bagaimana bila kondisi yang terjadi sebaliknya? Supaya gigi anak tampak rapi, gigi harus tumbuh di tempat yang tepat. Tetapi, tidak jarang, kebanyakan anak-anak kini ditemui memiliki gigi yang tumbuh tidak teratur. Sehingga, menyebabkan posisi gigi-gigi tersebut menjadi berjejal. Dalam istilah medisnya situasi seperti ini disebut dengan maloklusi (malocclusion).
Anak-anak yang mengalami maloklusi memiliki gigi dan rahang yang tebentuk tidak teratur. Pengertian dari maloklusi adalah terjadinya hubungan yang tidak sesuai atau tidak pas pada gigi geligi di saat rahang atas dan rahang bawah bertemu.
Apabila anak Anda mengalami gangguan ini, sebaiknya Anda tak dapat menggangapnya sepele, karena jika tidak ditanggulangi semenjak dini, maloklusi mampu menurunkan kemampuan gigi anak untuk mengigit. Akibatnya anak tidak terbiasa memakan makanan yang sedikit keras. Sehingga pada tahap selanjutnya, otomatis dapat terjadi gangguan makan, karena gigi tidak dalam posisi yang benar sehingga kekuatannya menjadi berkurang. Maloklusi parah menyebabkan anak menjadi susah berbicara. Kondisi rahang dan gigi yang berantakan tersebut menyebabkan anak sulit mengucapkan beberapa huruf atau kata-kata tertentu.
Gejala Awal Maloklusi Pada Anak
Orang tua perlu mengetahui gejala awal dari gangguan ini. Di antaranya adalah gigi sering tumbuh di tempat yang salah, mengakibatkan gigi atas dan gigi bawah tidak bertemu dengan semestinya.
Bila Anda menemukan gejala seperti tersebut di atas, secepatnya segera membawa si kecil ke dokter gigi langganan keluarga. Untuk lebih detil dalam mengetahui kondisi gigi anak, mintalah dokter untuk melakukan sejumlah pemeriksaan. Yaitu, lakukanlah pemotretan gigi dan rahang dengan menggunakan sinar X atau rontgen. Bila diperlukan, dokter akan membuat model gips dari gigi (dental cast) dan rahang agar dapat menentukan tindakan berikut yang paling tepat demi memperbaiki kondisi gigi.
Penyebab Maloklusi
Penyebab kelainan bentuk gigi pada anak ini, adalah sebagai berikut:
1. Kebiasaan buruk (bad habit)
Kebiasaan buruk yang dimaksud adalah mengedot, menghisap jari/bibir, menyikat gigi dengan gerakan dan arah yang salah, sehingga terjadi pembusukan pada gigi yang akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
2. Gigi berjejal (crowded teeth)
Gigi yang tumbuh dengan kondisi dempet dan tidak teratur susunannya. Hal ini disebabkan bila seorang anak dicabut sebelum waktunya dan menyebabkan keompongan dan akhirnya rahang tidak berkembang. Kondisi ini menyebabkan tempat tumbuhnya gigi tetap menjadi berkurang untuk mendapatkan posisi yang cukup.
3. Genetika (genetics)
Misalnya, ibu yang memiliki gigi kecil dan bapak yang memiliki rahang yang besar, cenderung akan memiliki anak dengan rahang kecil dan giginya besar, otomatis menyebabkan gigi berjejal.
4. Trauma
Benturan keras pada mulut dan mencenderai rahang serta gigi, juga merupakan penyebab terjadinya maloklusi.
Tips-tips mencegah maloklusi
Segera konsultasikan ke dokter gigi, bila ada melihat terdapatnya gejala-gejala awal maloklusi pada anak. Selanjutnya dokter akan menindaklanjuti dengan memberikan perawatan pemakaian kawat gigi (fixed appliance). Namun, hal tersebut juga tergantung dari umur si anak.
Menyikat gigi dua kali sehari. Sesudah makan pagi dan sebelum tidur di malam hari.
Kurangi pengonsumsian makanan-makanan yang manis.
Secara rutin periksakan gigi setiap enam bulan sekali.
Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion.
Maloklusi dan pengucapan ...
Maloklusi (malocclusion) adalah suatu kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut serta fungsinya. Maloklusi kelas II (distoklusi) atau gigi atas lebih ke depan daripada gigi bawah akan terjadi distorsi atau penggantian suara bibir p, b, dan m sehingga apabila berbicara akan mengatupkan bibir bawah dan atas bersama-sama. Sementara itu, pada maloklusi kelas III (mesioklusi) atau gigi di rahang atas berada di belakang gigi di rahang bawah akan mengakibatkan distorsi pembicaran dan posisi antargigi untuk suara s, z, t, l, dan n.
Tentang Ortodonsi ...
Sederhananya ortodonsi (orthodontic) adalah ilmu tentang merapikan gigi. Tujuan utamanya mengembalikan fungsi estetik (kecantikan), mastikasi (pengunyahan) dan fonetik (pengucapan).
Ketidak harmonisan gigi dapat berupa susunan gigi yang jarang-jarang, berjejal, terlalu ke depan atau ke belakang. Jika tidak cepat ditangani, kelainan itu akan mengakibatkan gigi mudah berlubang (karies) dan banyak karang gigi (calculus)sehingga gusi mudah berdarah serta menimbulkan bau mulut yang tak sedap (halitosis). Pada tahap yang lebih parah, kelainan itu bisa menimbulkan gangguan kesehatan lain seperti sakit kepala, gangguan pada otot leher dan pundak, dll.
Subscribe to:
Posts (Atom)