FAQ (Pertanyaan Paling Sering) Seputar Kawat Gigi...

Mungkin sudah tidak asing lagi jika kita bertemu dengan seseorang yang memakai kawat gigi. Saat ini pemakaian alat yang bertujuan untuk merapikan gigi yang susunannya tidak teratur ini sedang menjadi trend atau gaya hidup di berbagai kalangan, misalnya selebritis, anak muda, bahkan orang tua pun tidak sedikit yang memakainya.
Namun ada beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan oleh mereka yang ingin memakai kawat gigi ini, bahkan tidak sedikit yang tidak jadi merawat giginya karena salah menerima informasi tentang pemakaian kawat gigi.

Berikut ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan:

1. Apakah sakit jika memakai kawat gigi?
Jawaban:
Pemakaian kawat gigi tidak menyebabkan rasa sakit. Yang benar adalah rasa ngilu (bahasa jawa= kemeng) sedikit, itupun hanya terasa pada awal perawatan dan hanya berlangsung 1-2 hari, setelah itu tidak terasa apa-apa lagi, normal seperti biasa.

2. Apakah tidak bisa makan seperti biasa (harus makan bubur)?
Jawaban:
Pemakaian kawat gigi tidak menyebabkan kita tidak bisa makan seperti biasa atau mesti makan bubur. Makan seperti biasa saja, makan ayam, daging, ikan, sayur, buah, roti, dsb. Hanya saja makannya mesti dengan memotong kecil-kecil makanan (suir) dan tidak menggigit makanan secara langsung.

3. Apakah breket memang sering lepas?
Jawaban:
Jika breket, bahan perekat breket dan tehnik pemasangan breket dilakukan dengan benar maka kecil atau jarang sekali terjadi breket lepas. Kalaupun lepas biasanya oleh karena hal-hal yang ekstrim, misalnya makan makanan yang keras, misalnya kripik yang keras, atau kena benturan misalnya kena bola basket atau terjatuh.

4. Berapa lama waktu perawatan dengan kawat gigi?
Jawaban:
Waktu perawatan dengan kawat gigi biasanya berkisar 1,5 - 2 tahun. Malah jika kasusnya ringan bisa selesai kurang dari setahun (misalnya kasus tanpa pencabutan gigi).

5. Apakah kawat gigi menyebabkan gigi berubah warna?
Jawaban:
Jika pemasangan breket dilakukan dengan benar maka tidak akan menyebabkan berubahnya warna gigi. Tetapi harus juga diimbangi dengan kebersihan gigi dan mulut dari pemakai itu sendiri (menggunakan sikat gigi khusus dan teknik menyikat gigi yang khusus pula).

Demikian semoga bermanfaat...

Keywords: ortodonti, ortodontik, ortodonsia, ortodontis, orthodonti, orthodontic, orthodontist, maloklusi, malocclusion, crowded, tooth, teeth, oklusi, occlusion

3 comments:

doktergigiunsri said...

gimana cara mengatasi rasa ngilu pada saat perawatan ortodontics

abenk_go_blog said...

nice info dok....salam kenal....check it out blog saya

redhy said...

salam dok..nice info dok...mudah2an bermanfat .Amin