FKG UNHAS


Drg. Hj. Halimah Dg. Sikati, dokter gigi pertama asal Sul-Sel, sejak awal telah mempunyai cita-cita untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Gigi di Kawasan Indonesia bagian Timur namun mengalami hambatan dalam memperjuangkan dibukanya Fakultas Kedokteran Gigi di dalam lingkungan Universitas Hasanuddin Makassar yang disebabkan alasan Pemerintah (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) yang tidak mampu membuka satu fakultas baru yang tergolong mahal seperti FKG.


Dengan usaha yang terus menerus dilakukan, maka pada tahun 1966, dalam kapasitasnya sebagai Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Unhas, beliau meminta persetujuan Rektor Unhas untuk membuka satu jurusan yaitu jurusan Kedokteran Gigi yang masih berada di bawah Fakultas Kedokteran Unhas.

Pada tahun ajaran pertama, mahasiswa/mahasisiwi yang terdaftar hanya 30 orang namun kemudian disadari bahwa jurusan Kedokteran Gigi ini akan menguras anggaran dari Fakultas Kedokteran, maka pada tahun berikutnya diputuskan untuk menutup jurusan ini dengan meleburkan mahasiswa-mahasiswanya masuk ke Fakultas Kedokteran, karena pendidikan dasar Kedokteran dan Kedokteran Gigi memang sama.

Dengan kejadian tersebut, drg. Hj. Halimah Dg. Sikati tidak patah semangat dan tidak mau menyerah, dan Tuhan membuka jalan baginya dengan mempertemukannya dengan Laksamana Angkatan Laut Bapak Mursalim Dg. Mamanguing.

Pada waktu itu Menteri Tenaga Kerja RI, ikut dalam rombongan Presiden Sukarno berkunjung ke Ujung Pandang. Pak Mursalim yang juga sahabat lama dan kawan akrab drg. Hj. Halimah Dg. Sikati menawarkan bantuan untuk membuka praktek sendiri dirumah.

Drg. Hj. Halimah Dg. Sikati menjawab bahwa yang ia perlukan adalah bantuan untuk mendirikan Fakultas Kedokteran Gigi di Ujung Pandang, selain untuk memajukan kesehatan gigi, juga memberi kesempatan kepada putra-putri Sul-Sel untuk mendapatkan pendidikan tinggi dalam bidang Kedokteran Gigi, sehingga tidak perlu ke Jawa mengeluarkan biaya terlalu tinggi untuk menjadi dokter gigi. Keinginan Drg. Hj. Halimah Dg. Sikati tersebut ditanggapi positif oleh Bapak Mursalim Dg. Mamanguing dengan jawaban yang singkat “Baik, saya akan membantumu“.

Dua minggu kemudian TNI Angkatan Laut mengirimkan Tim dari Jakarta yang dipimpin oleh drg. Liem Tjiang Kiat ke Ujung Pandang menemui drg. Hj. Halimah Dg. Sikati untuk menyampaikan instruksi untuk pengadaan feasible study dan sekaligus mempersiapkan satu kerjasama antara Angkatan Laut dengan Unhas dalam hal ini Fakultas Kedokteran, setelah mengadakan pembicaraan dengan Rektor Unhas Mr. Moh. Natsir Said, yang pada itu sangat menyetujui dan mengagumi keberhasilan drg. Hj. Halimah Dg. Sikati.

Penandatanganan kerjasama disaksikan oleh Panglima Komando daerah Maritim 8, Komodor Marwidji dan dengan kerjasama itu lahirlah Institusi Kedokteran Gigi “Yos Sudarso“ yang dipimpin oleh Kolonel drg. R. Tampinongkol yang berkedudukan di Jakarta sehingga pimpinan pelaksana harian Institusi tersebut diserahkan kepada drg. Halimah Dg. Sikati, dibantu seorang sekretaris dari Angkatan Laut yaitu Lettu kowal Sri Harjijahdengan struktur organisasi yang diatur sebagai berikut : Pendidikan akademik dilaksanakan dikawasan Angkatan Laut Jl. Yos Sudarso dengan peralatan hasil rampasan Perang Dunia II, dan tehnis administratifnya tetap dipegang oleh Fakultas Kedokteran Unhas.

Berdasarkan SK Rektor UNHAS tanggal 1 Januari 1969, IKG Yos Sudarso menjadi Departemen Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0226/1970 Tertanggal 27 Juli 1970, maka resmilah kehadiran Departemen Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran UNHAS dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI

Pada tanggal 8 Juni 1974 ditandatangani perpanjangan perjanjian kerjasama dengan AL yang merupakan kerjasama ke II antara Unhas dengan TNI Angkatan Laut RI.
Ketua Departemen Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unhas diserah terimakan dari Letkol (Laut) drg. Sudibyo kepada Letkol (Laut) drg. I.G. Geria, selanjutnya Departemen Kedokteran Gigi menjadi Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unhas hingga tahun 1983.

Berdasarkan SK Rektor UNHAS No. 91/O/02/1983 tanggal 23 Februari 1983, dan SK Mendikbud RI No. 0563/O/1983 tanggal 8 Desember 1983, maka Fakultas Kedokteran Gigi resmi berdiri sebagai Fakultas dalam Lingkungan Universitas Hasanuddin. Pada tahun ini pula, Rektor Universitas Hasanuddin yaitu Prof. Dr. Hasan Walinono menyerahkan gedung eks Fakultas Hukum untuk ditempati sebagai Pusat Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan baik Pendidikan Sarjana maupun Pendidikan Profesi, namun anggaran dari pemerintah untuk pembelian alat-alat yang diperlukan dalam pendidikan tidak pernah turun.

Untuk mengatasi hal tersebut, dengan usaha yang keras dan diplomasi dari ibu drg. Hj. Halimah Dg. Sikati yang telah menjadi Dekan I Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin, maka fakultas memperoleh bantuan dari Universitas Utrecht Belanda berupa peralatan-peralatan klinik dan laboratorium yang jumlahnya cukup besar dan juga bantuan-bantuan dana dan peralatan kedokteran gigi dari Pemerintah New Zealand dan Jepang.

Peralatan-peralatan tersebut berupa “Dental Unit“ dan “Dental Chair“ juga alat-alat laboratorium yang canggih dan merupakan cikal-bakal Poliklinik Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin.

Dalam rangka pengembangannya sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia bagian Timur, Universitas Hasanuddin mendapat satu kampus baru yang disebut Kampus Tamalanrea yang terletak di Km. 10 jalan poros ke Bandara Hasanuddin, sehingga pendidikan kedokteran gigi juga harus ikut pindah ke kampus baru bersama fakultas-fakultas lainnya, menempati satu gedung bersebelahan dengan Fakultas Kedokteran. Sejak itu Fakultas Kedokteran Gigi beroperasi pada 2 (dua) kampus :

1. Kampus Tamalanrea, Km. 10 Jl. Perintis Kemerdekaan untuk Pengelolaan Pendidikan dan Perkuliahan.
2. Kampus Kandea (lama) gedung eks Fakultas Hukum untuk Poliklinik pendidikan Dokter dan Dokter Gigi.


1 comment:

andi nurfahmi ummul said...

mau tanya klo gigi berlubang apakah boleh mendaftar di kedokteran gigi?